Minggu, 15 Januari 2012

7 makanan supr untuk kesehatan wanita

7 Makanan Super untuk Kesehatan Wanita

Bramirus Mikail | Lusia Kus Anna | Sabtu, 3 September 2011 | 12:58 WIB
Dibaca: 13632
|
Share:
shutterstock
KOMPAS.com - Beberapa jenis makanan tertentu diketahui memiliki kemampuan dalam menangkal penyakit. Para ahli gizi menyebutnya sebagai makanan super. Berikut ini adalah 7 (tujuh) makanan terbaik yang harus masuk dalam program diet Anda, khususnya bagi para wanita untuk mencegah risiko timbulnya penyakit seperti osteoporosis, jantung, kanker leher rahim, dan kanker payudara. 
1. Tomat
Seperti diketahui, buah merah ini kaya akan kandungan likopen yang memainkan peran penting dalam menangkal kanker payudara dan leher rahim. Bahkan sebuah studi menunjukkan konsumsi tomat dapat menyehatkan jantung. Setelah mengamati hampir 40.000 wanita, para peneliti asal Boston menyimpulkan, likopen juga melindungi jantung. Untuk meningkatkan kadar antioksidan dan likopen, disarankan untuk mengonsumsi tomat setelah dimasak.
2. Biji bunga flax
Biji flax (sejenis rami, seperti wijen, Linum usitatissimum) merupakan makanan yang kaya manfaat. Pada dasarnya flax terbagi dua varietas, yakni flax coklat dan kuning keemasan. Flax biasanya diolah untuk industri linen dan minyak biji rami.
Para ahli dari Mayo Clinic menemukan, 40 gram biji rami dapat mengurangi gejala serangan panas yang kerap dialami wanita menopause. Beberapa laporan menunjukkan rami dapat menurunkan kolesterol "jahat" atau LDL dan trigliserida. Dalam studi di Cina diketahui manfaat tersebut lebih jelas pada wanita. Sementara itu pada flax cokelat atau emas, memainkan peran dalam memerangi kanker payudara.
Peringatan: Wanita hamil dan ibu menyusui tidak disarankan mengonsumsi biji rami.
3. Kubis
Banyak manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari sayur yang satu ini, khususnya bagi perempuan. Kubis mengandung antioksidan seperti lutein dan zeazanthin yang berfungsi dalam melindungi mata. Selain itu, kubis juga mengadung vitamin K yang baik dalam pembangun tulang. Para peneliti menemukan bahwa wanita yang makan diet kaya vitamin K, mempunyai risiko lebih rendah mengalami patah tulang pinggul.
4. Ikan salmon
Salmon termasuk dalam smber omega-3 yang paling baik. Pada ibu hamil, studi menunjukkan bahwa minyak ikan (omega-3) turut membantu dalam mengatasi  kesedihan pasca persalinan. Manfaat lainnya adalah meningkatkan fungsi sambungan saraf dalam otak janin.
5. Jus cranberry
Cranberry adalah obat alami yang dipercaya mampu mengobati infeksi saluran kemih ISK pada perempuan dan telah banyak direkomendasikan oleh para ahli. Buah ini mengandung antioksidan yang berfungsi  mencegah bakteri menempel pada dinding kandung kemih, yang merupakan tempat berkembang biak bakteri dan menyebabkan infeksi. Temuan tersebut berdasarkan hasil studi terbaru yang menguji konsentrasi ekstrak cranberry.
Dosis yang tepat: Bervariasi. Tapi sebaiknya minum jus cranberry yang 100 persen tawar (60 kalori per cangkir) untuk menghindari kelebihan gula.
6. Yogurt Yunani
Sebagian besar diantara kita mungkin belum banyak yang mengenal soal Yogurt Yunani. Yogurt ini memang berbeda dengan yogurt pada umumnya. Yogurt Yunani menawarkan dua kali lipat protein lebih baik (dibandingkan jenis yogurt lainnya) dengan sedikit gula.
Rendahnya tingkat karbohidrat turut membantu kita menjaga gula darah tetap stabil. Selain itu, studi menunjukkan bahwa makanan dengan tingkat protein yang tinggi (30 persen kalori) membantu wanita dalam menurunkan berat badan dan memelihara otot.
7. Kacang kenari
Studi terbaru menunjukkan, hanya mengonsumsi dua ons kenari per hari membantu memperlambat perkembangan kanker payudara dan memperlambat pertumbuhan tumor (hasil uji coba pada tikus). Kenari mengandung antioksidan yang disebut pitosterol, dimana memiliki peran penting dalam melawan kanker. Bahkan lemak nabati omega 3 pada kenari ampuh mencegah pergantian tulang yang berlebihan yang membuat tulang kuat dan sehat.

penyebab diare pada anak

8 Faktor Penyebab Diare pada Anak
Diare adalah sindrome penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja melambat sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar dari biasanya 3 kali atau lebih dalam sehari.

Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cairan, dengan demikian kandungan air pada tinja lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 ml per jam tinja). Diare adalah keadaan frekwensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak. Konsistensi proses encer dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah atau lendir saja.

Penyakit diare merupakan penyebab no 2 angka kesakitan dan angka kematian pada anak-anak, khususnya dikalangan usia anak dibawah 5 tahun.

Berbagai faktor mempengaruhi kejadian diare, diantaranya adalah faktor lingkungan, gizi, kependudukan, pendidikan, keadaan sosial ekonomi dan perilaku masyarakat.

1. Faktor Pendidikan
Menurut penelitian, ditemukan bahwa kelompok ibu dengan status pendidikan SLTP ke atas mempunyai kemungkinan 1,25 kali memberikan cairan rehidrasi oral dengan baik pada balita dibanding dengan kelompok ibu dengan status pendidikan SD ke bawah. Diketahui juga bahwa pendidikan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap morbiditas anak balita. Semakin tinggi tingkat pendidikan orang tua, semakin baik tingkat kesehatan yang diperoleh si anak.

2. Faktor Pekerjaan
Ayah dan ibu yang bekerja Pegawai negeri atau Swasta rata-rata mempunyai pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan ayah dan ibu yang bekerja sebagai buruh atau petani. Jenis pekerjaan umumnya berkaitan dengan tingkat pendidikan dan pendapatan. Tetapi ibu yang bekerja harus membiarkan anaknya diasuh oleh orang lain, sehingga mempunyai resiko lebih besar untuk terpapar dengan penyakit.

3. Faktor Umur Balita
Sebagian besar diare terjadi pada anak dibawah usia 2 tahun. Balita yang berumur 12-24 bulan mempunyai resiko terjadi diare 2,23 kali dibanding anak umur 25-59 bulan.

4. Faktor Lingkungan
Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan. Dua faktor yang dominan, yaitu: sarana air bersih dan pembuangan tinja. Kedua faktor ini akan berinteraksi bersama dengan perilaku manbusia. Apabila faktor lingkungan tidak sehat karena tercemar kuman diare serta berakumulasi dengan perilaku manusia yang tidak sehat pula, yaitu melalui makanan dan minuman, maka dapat menimbulkan kejadian penyakit diare.

5. Faktor Gizi
Diare menyebabkan gizi kurang dan memperberat diarenya. Oleh karena itu, pengobatan dengan makanan yang baik merupakan komponen utama penyembuhan diare tersebut. Bayi dan balita yang gizinya kurang sebagian besar meninggal karena diare. Hal ini disebabkan karena dehidrasi dan malnutrisi. Faktor gizi dilihat berdasarkan status gizi yaitu baik = 100-90, kurang = <90-70, buruk = <70 dengan BB per TB.

6. Faktor Sosial Ekonomi
Sosial ekonomi mempunyai pengaruh langsung terhadap faktor-faktor penyebab diare. Kebanyakan anak mudah menderita diare berasal dari keluarga besar dengan daya beli yang rendah, kondisi rumah yang buruk, tidak mempunyai penyediaan air bersih yang memenuhi persyaratan kesehatan.

7. Faktor Makanan/minuman yang dikonsumsi
Kontak antara sumber dan host dapat terjadi melalui air, terutama air minum yang tidak dimasak dapat juga terjadi sewaktu mandi dan berkumur. Kontak kuman pada kotoran dapat langsung ditularkan pada orang lain apabila melekat pada tangan dan kemudian dimasukkan ke mulut dipakai untuk memegang makanan. Kontaminasi alat-alat makan dan dapur.

Bakteri yang terdapat pada saluran pencernaan:
  • Bakteri : Etamuba coli, salmonella, sigella.
  • Virus : Enterovirus, rota virus.
  • Parasit : Cacing (Ascaris, Trichuris) Jamur (Candida albikan).

8. Faktor terhadap Laktosa (Susu kaleng)
Tidak memberikan ASI secara penuh 4-6 bulan pada pertama kehidupan. Pada bayi yang tidak diberi ASI resiko untuk menderita diarelebih besar dari pada bayi yang diberi ASI penuh dan kemungkinan menderita dehidrasi berat juga lebih besar. Menggunakan botol susu, penggunaan botol ini memudahkan pencemaran oleh kuman sehingga menyebabkan diare. Dalam ASI mangandung antibodi yang dapat melindungi kita terhadap berbagai kuman penyebab diare seperti Sigella dan V. Cholerae.

Diare pada anak

Diare pada anak – Hal yang rentan terhadap penyakit diare adalah anak kecil. Karena masalah terbesar yang menyebabkan diare adalah kebersihan, sangat mungkin untuk mencegah penyakit satu ini menjangkiti buah hati kita. Selama ini banyak orang tua yang menganggap enteng jika bayi atau anaknya mengalami diare. Akibatnya, ketika datang ke dokter sudah terlambat, pasien kekurangan banyak cairan, lemas, pada keadaan dehidrasi berat anak bahkan sudah tidak sadar.
Jika dibiarkan berlarut, diare akan mengakibatkan dehidrasi dan selanjutnya shock, bahkan kematian. Bayi berumur kurang dari satu bulan sudah dinyatakan diare jika frekuensi buang air besarnya sudah lebih dari empat kali dalam sehari. Sedangkan bayi diatas satu bulan jika frekuensinya lebih dari tiga kali dalam sehari.
Beberapa faktor yang memyebabkan diare pada anak-anak antara lain infeksi saluran pencernaan karena bakteri, virus atau parasit. Untuk anak diare tanpa dehidrasi, berikan seperti oralit, larutan gula garam, serta makanan atau buah yang mengandung air. Sedangkan untuk pada bayi, berikan ASI lebih sering dengan ditambahkan oralit.
Jika diare tidak membaik dalam lima hari atau mulai muncul tanda0tanda dehidrasi, segera hubungi dokter. Selama anak tidak menampakkan tanda dehidrasi, biasanya diare akan berhenti sendiri tanpa perlu obat-obatan.
Agar si kecil terhindar dari diare :
  • Jika sikecil masih menyusui, berikan air susu ibu (ASI) secara penuh.
  • Sterilkan botol susu yang biasanya digunakan untuk minum susu.
  • Masak dengan benar air yang akan digunakan untuk minum sampai benar-benar pada titik didih.
  • Hindari makanan yang basi untuk anak.
  • Biasakan dari kecil buah hati anda buang air besar pada tempatnya dan tidak sembarangan.
  • Biasakan si kecil untuk mencuci tangan (dengan sabun) sebelum dan sesudah makan.
  • Ajari si kecil agar tidak jajan sembarangan.
  • Biasakan anak untuk langsung mengatakan pada anda jika terserang penyakit apapun (untuk penanganan).
  • Terakhir, jangan lupa tetap menyediakan obat diare khusus untuk si kecil.